Thursday, September 5, 2013

IRIS SAKINAH ......

Assalamu alaykum anakku sayang...

Saat Ummi menulis surat ini,  ummi bahkan belum bertemu dengan siapa gerangan abi-mu.
Ummi saat ini masih berikhtiar untuk berbuat yang terbaik agar Allah SWT mengirimkan dia yang terbaik, Abi mu J

Ah... tapi bukan itu fokus surat ini...ummi akan menceritakan harapan ummi padamu lewat nama yang ummi berikan untukmu J

Iris sakinah....
What a beatiful name isn”t?
Ummi sangat suka dengan nama ini sayang, karenanya ummi memberikan nama ini untukmu. Ummi harap kamu suka... Maafkan jika kurang berkenan bagimu...

Iris..... #baca:airish#
Iris itu dari bahasa Inggris anakku, yang artinya selaput pelangi atau bunga iris....

Ummi harap kamu menjadi selaput pelangi...
Sayang... selaput pelangi itu adalah bagian dari matamu...ianya berada di antara kornea dan lensa matamu
Bukan..bukan berarti lemah, Ummi harap kamu adalah selaput pelangi seperti pada asalnya karena ia mengandung informasi sangat unik dan bermanfaat untuk pengenalan pribadimu.
Jadilah engkau seperti iris yang selalu tahu akan eksistensi dirinya, karena seseorang yang mengenali dirinya akan mudah untuk mengenal Robbnya.

Engkau adalah pribadi yang unik anakku, teruslah menggali potensimu tapi sebelum menjadi siapa-siapa ummi sangat ingin melihatmu  menjadi seorang hafidzah qur’an...
Seperti prinsip dalam keluarga kita... Nahnu du’at qobla kulli sya’in....

Setelahnya engkau akan menjadi apa nantinya itu mutlak pilihanmu...ummi akan mendukungmu selalu...selalu...dan selalu... selama tidak bertentangan dengan risalah mulia Dien kita.


Iris juga nama bunga sayang, indah berwarna dan anggun seperti engkau,,,,
Engkau adalah seorang muslimah ciptaan Allah swt, salah satu bukti keMahaan Allah SWT bagi hambanya. Kau mampu menjaga izzahmu, kau mampu menginspirasi banyak orang dengan keanggunanmu.

Iris jadilah yang terbaik nak, tunjukkan pada dunia kalau seorang muslimah adalah wanita-wanita tangguh dengan karakter spesifik yang dibingkai dengan nilai keislaman yang mulia, dan risalah sempurna. 




Sakinah.....

Kata sakinah (Arab) mempunyai arti ketenangan dan ketentraman jiwa kedamaian; ketenteraman; kebahagiaan.
Ummi menamaimu sakinah, Tahukah kamu namamu terdapat dalam beberapa surah dalam Al Qur’an....?
Kata ini disebutkan sebanyak enam kali dalam Al-Qur’an, yaitu pada Surat Al-Baqarah ayat 248, Surat At-Taubah ayat 26 dan 40, Surat Al-Fath ayat 4, 18 dan 26.

Dalam ayat-ayat tersebut dijelaskan bahwa sakinah itu didatangkan Allah SWT ke dalam hati para nabi dan orang-orang yang beriman agar tabah dan tidak gentar menghadapi tantangan, ujian, cobaan, ataupun musibah. Sehingga sakinah dapat juga dipahami sebagai “sesuatu yang memuaskan hati”. (http://kualalan.blogspot.com/2012/06/sakinah-file.html)


Sayang....
Ketenangan, ketentraman , kedamaian jiwa sangat penting untukmu...
Engkau akan menjadi seorang istri.. sayang, partner, sahabat, pengingat bagi suamimu kelak..
Engkau akan mendampinginya nak, lelaki sholeh yang kita sepakati atas ijin Allah SWT untuk menjadi Qowwam-mu...
Jadilah hiasan baginya, jadilah penenang hati untuknya, tunjukkan pada Allah SWT, Rasul_Nya dan suamimu kalau engkau ingin memasuki surga dengan bakti padanya.
Suatu saat insya Allah engkau akan  menjadi seorang Ibu, madrasah pertama bagi mereka anak-anakmu...


Engkau akan mengasuh anak-anakmu, engkau akan menjadi sandaran anak-anakmu, karenanya engkau mutlak menenangkan mereka, memberi ketenangan, ketentraman dan kebahagiaan...
Dunia ini akan semakin buruk pada akhirnya, dan Ummi tidak akan bisa mendampingi mu selalu....
Karena itu ummi harap dengan selalu mengingat namamu, kamu mampu menghadapi kerasnya dunia ini sayang..
Jangan takut ananda sholehah..... ada Allah SWT yang akan menjagamu selalu, selama engkau berpegang pada dua hal. Yaitu Al Qur’an dan Sunnah Nabi mu.


 (minjem anak orang buat dokumentasi) :)


Iris Sakinah ...... 
Peluk, cium dan Salam Sayang selalu dari masa lalu... 
Ibu, Ummi_mu 
Nur Hadijah Yunianti, Krg.Bunga J





Wednesday, September 4, 2013

Catatan Kecil Tentang Kematian

CATATAN KECIL TENTANG KEMATIAN 



Sesungguhnya waktu hidup ini ibarat seorang musafir yang berpetualang dan singgah sejenak di bawah pohon untuk beristirahat, waktu istirahat itulah waktu kita di dunia...


Bagi orang-orang yang beriman waktu kematian adalah waktu yang terindah, jangan kira orang-orang beriman itu mati, tetapi sesungguhnya mereka itu hidup di sisi Tuhannya.......

Bagi orang-orang beriman kematian adalah pintu, sebuah langkah maju menjemput janji Allah, bahwa telah tertunaikan semua Ikrar pengabdian kepada sang Khalik.....

Bagi orang-orang beriman ada belasan, puluhan, ribuan orang yang terisak dengan kematiannya, itu bukan soal bagi mereka.......
Mungkin berat bagi mereka untuk pergi meninggalkan keluarga, amanah, dan segala hal yang dimilikinya di dunia ini........
Tapi ketetapan telah ditulis, Janji Allah lebih indah dibandingkan itu semua, melangkah menuju kenikmatan tertinggi adalah pasti.....

Kini...
Bagi kita yang tersisa di dunia fana ini, akankah kita berakhir seperti mereka? menjemput maut dengan gembira, dengan wajah tersenyum, karena telah diperlihatkan bagi kita, tempat pelabuhan terakhir? ataukah berakhir SEBALIKNYA...Wallahu a'lam,
         ALLAHUMMAKHTIM LANAA BI KHUSNIL KHATIMAH......

Thursday, July 4, 2013

Monday, July 1, 2013

Rindu....

Berada jauh dari mereka
Menyeruak Rindu.. begitu sedih dan pilu....

Robbana mereka telah menua
Tidak pernah sadar akan kerutan yang ada pada wajah mereka
Begitu silaukah dunia hingga nyaris membutakan mata terhadap mereka hari ini?
Tanpa sadar....

Karena kasih sayang mereka bukanlah sebuah...
grafik parabola
Bukan grafik eksponensial
Bukan grafik logaritma
Bukan pula grafik linier
Karena kasih sayang mereka adalah persamaan yang tidak terdefinisikan
Tidak ada balasan yang pantas untuk pengorbanan mereka...sungguh....

Maka benarlah Umar Bin Khattab RA.
Yang berkata pada seorang yang datang padanya
Dengan mengadukan bakti kepada Ibunya dengan menggendongnya setiap hari....
Bahkan bakti itu tidak akan mampu membalas air susu ibunya....

Robbana.....
Ampuni kami sang anak yang begitu mudah mengabaikan mereka
Ampuni kami sang anak yang begitu mudah mengeluh dengan segala kekurangan mereka
Ampuni kami sang anak atas bakti yang telah terasa cukup....
Semoga doa-doa kami dengan segala keterbatasan iman kami pada_Mu akan menjadi secercah penolong untuk mereka...

Kelak...ketika kami tidak lagi saling mengenal
Kelak ketka hari manusia lari dari saudaranya, lari dari AYAH dan IBUnya
Seperti firmanmu dalam surah abasaa....



#Bandung, 2 Juli 2013, 00:15
Teruntuk Tetta dan Kaeng...Raobbigfirli wali walidayya warhamhuma kamarobbayani shogira...#



Sunday, June 30, 2013

My Yellow June


I gonna miss u My Yellow June....

Yellow june....
Saya lebih suka menyebutnya begitu

Yellow June
Bulan ini cukup bersinar untuk kita
Entahlah akan bersinarkah ia di tahun depan
Atau akan lebih redupkah ia.....

Yellow June
31 tahun telah berlalu
Kita lalui bersama, tertawa, menangis, berduka, bahagia
Semua orang datang dan pergi, silih berganti

Yellow June
Entah berapa lama lagi kita akan bersama di dunia ini
Tak ingin berharap, han
ya ingin kau tau begitu indah hari-hari kita

Yellow June
Sudikah kau menjadi saksi kelak
Di saat mulut tak dapat lagi berucap
Bersamailah tangan, kaki, dan anggota tubuhku yang lain
Jadilah saksi yang baik untukku

Yellow June
Someday  i gonna miss u...


Jazakillah khayran katsira ....My Yellow June ({})

Wednesday, June 12, 2013


TAK ADA YANG ABADI



Kemarin lagi asik ngecek-ngecek fb, tanpa sengaja liat status dan profil pict seorang akhwat, tadinya sy gak percaya ini beneran yunior saya dulu???
Ada yang berubah dengan dia sekarang,  Subhanallah melihat tampilan fisiknya kini sungguh membuat saya tidak percaya, apa pasal? Dulu jaman kuliah dan marak-maraknya mentoring agama islam mahasiswa baru anak ini susah skali buat diajak, kadang banyak alasan tugaslah, inilah itulah, bahkan terkahir kali ketika mentoring islam telah meningkat ke kegaiatan tarbiyah pekanan anak ini malah sudah tidak pernah hadir dalam pertemuan binaan senior itu.

Bagi penggiat tarbiyah pada saat itu, untuk menangani adik yunior model begini adalah membiarkan saja setelah kami mengajak langsung ataupun mendekati lewat teman2nya. Karena kami tahu hidayah itu milik Allah dan cukuplah kami berusaha.

Tapi satu hal yang baik adalah anak ini tidak pernah lepas dari teman-teman sepergaulannnya yang masih tetap tarbiyah, dengan kami pun kakak seniornya hubungan tetap berlangsung dengan baik, meskipun tidak ada lagi tema pembahasan tarbiyah bila bertemu dengannya. Gayanya tetap sama jeans, plus jaket dan jilbab geholnya.....#baca:gaul#

Bertahun-tahun berlalu hari ini ketika kudapati faceboknya dan melihat profil picturenya kini tampilannya sudah berubah, Subhanallah ada sendu di hati, sungguh hidayah itu hanya milik Allah semata, Kini yunior saya itu tampilan barunya persis seperti teman-temannya yang dulu, dengan jilbab lebar, dengan rok panjang serta tampilan yang lebih santun, membuat saya pun bertasbih memuji Allah.

Memang tampilan bukan jaminan seseorang lebih baik kondisi keimanannya, tapi dari tampilan barunya terlihat bahwa dari hari ke hari dia berusaha memperbaiki diri dengan mengikis ego, berusaha mengikuti syariat Allah, bahkan mungkin hari ini kondisi keimanan kita tidak lebih baik darinya.  Allah memberi pelajaran penting bagi kita bahwa:

1. secuek apapun seorang target dakwah jangan pernah berhenti mendoakan, bisa jadi perubahannya bukan hanya terjadi semata-mata karena usahanya tapi ada doa orang lain disana.
2. Jangan pernah berpuas diri dengan kondisi saat ini, karena syaitan tidak akan pernah tinggal diam melihat kesungguhan seseorang mendekat kepada Allah.
3. Bahwasanya kehidupan ini adalah sebuah proses, kadang diatas kadang di bawah, seperti juga keimanan yang kadarnya yazid wa yankus.....
4. Teruntuk semua saudariku di jalan dakwah, di jalan apapun kalian, di jama’ah apapun kalian mari berfastabiqul khayrat, jangan menyelipkan dengki dan menghujat di antara kita.
5. Tak ada yang abadi dan kekal di dunia ini, pun kondisi kita hari ini, yang bisa kita lakukan adalah menyonsong takdir Allah dengan ikhtiar dan intervensi kita melalui doa. Wallahu a’lam bishawab.

Ana uhibbuki fiLllah.....

#inspiredfromakhwat Sipil Unhas2003noMentionNameyah# 


http://500px.com/photo/5195284

Wednesday, March 6, 2013

C.I.N.T.A.


CINTA....
Mereka  tidak pernah saling mengenal sebelumnya, bermodalkan hubungan kekerabatan ayah berani menemui kakek untuk meminang Ibu. Berat, Ibu berat sekali menerima pinangan Ayah karena saat itu usianya baru 23 tahun masih duduk di semester 4 bangku kuliah, tetapi bermodalkan taat pada orang tua Ibu pun menerima pernikahannya.

CINTA.....
Masa berlalu cinta atau apapun namanya membersamai mereka, ditambah kehadiran kami membuat mereka tak cukup waktu untuk saling “mencinta”  layaknya biasa. Puluhan waktu berlalu Ibu dan Ayah tidak pernah bisa menjawab pertanyaan kami tentang apakah mereka saling mencinta.

CINTA.....
Kini keduanya sudah mulai menua, diantara pahit dan getirnya hidup berkeluarga merekapun belum juga menemukan makna cinta yang abstrak. Hingga akhirnya dengan segala rasa sedih, tawa, sakit, gembira yang terlewati, cinta itu ternyata ada, tanpa harus diungkapkan, dijelaskan, ditunjukkan, cinta itu ada....ada  disepanjang  usia pernikahan mereka.