Sunday, November 20, 2011

"Tahun kesedihan" ('Amul Huzn) 1

Setiap orang pasti pernah mengalami ujian dalam hidup, saya dan anda pun pasti demikian.....,Tahun ini misalnya saya berkesempatan diberi oleh Allah suatu penyakit yang mengharuskan saya untuk bedrest sampai 3 bulan.....kalo ingat masa-masa itu yang namanya manusia biasa yang kadar imannya pas-pasan kaya' saya ini, pasti merasakan sedih....:(
Yah ujian akan datang dari Allah baik berupa sakit, kehilangan dan lainnya, kan Allah Swt. sendiri yang bilang "Dan sungguh akan kami beri ujian kepada kamu dengan ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan......."(Al Baqarah:155), hal ini berlaku umum alias sunnatullah untuk manusia, tidak terkecuali, bahkan habibullah, kekasih Allah sendiri, the greatest Rasululullah SAW. sendiri pun juga diuji.........
Dan dari 63 tahun kehidupan Rasulullah ada satu tahun yang sangat menyedihkan untuk beliau yaitu tepatnya pada tahun kesepuluh kenabiannya, Oooh ternyata Rasulullah juga bisa sedih yak? ya iyalah namanya juga manusia, kalo malaikat mah tdk usah ditanya....hehehehehe.
Yang membuat Rasulullah sedih adalah pada tahun yang sama dua orang kerabat terdekat beliau yaitu AbuThalib dan Khadijah RA. penopang utama perjuangan beliau wafat menghadap Rabbnya.....jadilah Rasulullah mengalami kesedihan...
a. Wafatnya Abu Thalib
Abu Thalib adalah paman Rasulullah SAW, yang perlu diketahui bahwa Abu Thalib adalah salah satu paman Rasulullah dari ayahnya, Abu Thalib diberikan amanat langsung dari ayahnya yaitu Abdul muthalib (kakek Rasulullah) untuk mengasuh Muhammad (saat itu belum bergelar Rasul). amanat ini diberikan karena dari sekian paman Rasulullah yang ada Abu Thalib memiliki sifat pribadi yang amanah dan berhati besar.
Selama masa kenabian yaitu pada saat Rasulullah menyebarkan Islam (baca :berdakwah) Abu Thalib adalah tameng hidupnya, saking cintanya pada ponakannya itu, perlu diketahui pada masa Arab Jahiliyah hubungan kekerabatan merupakan fanatisme yang harus diperjuangkan bahkan harus sampai menumpahkan darah sekalipun. Padahal asal tau saja fanatisme berlebihan seperti ini tidak dibenarkan dalam islam

“Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Ikutilah apa yang diturunkan Allah". mereka menjawab: "(Tidak), tapi kami (hanya) mengikuti apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya". dan apakah mereka (akan mengikuti bapak-bapak mereka) walaupun syaitan itu menyeru mereka ke dalam siksa api yang menyala-nyala (neraka)? (Luqman: 21)
Pada suatu hari Abu Thalib didatangi oleh pemuka kaum Quraisy dari Ibnu Abbas mengatakan: Kemudian mereka berjalan ke rumah Abu Thalib, para bangsawan Quraisy itu menyampaikan kepadanya, dengan mengatakan:
“Wahai Abu Thalib, sesungguhnya engkau seperti yang kamu ketahui, dan sekarang kamu menghadapi keadaan yang kau lihat ini, dan kamu sudah mengetahui yang terjadi antara kami dan keponakanmu, maka panggilah dia, ambillah apa yang kamu suka dari kami, dan kami ambil dia, agar dia berhenti dari kami dan kami berhenti darinya, membiarkan agama kami dan kami biarkan agamanya. Abu Thalib kemudian memanggil Nabi Muhammad, dan menyampaikan:
Wahai anak saudaraku: Mereka ini para pemuka kaummu, mereka berkumpul karena kamu hendak memberikan sesuatu kepadamu dan meminta sesuatu darimu.
Rasulullah saw menjawab: Ya. Satu kata saja yang kalian berikan, kalian akan memiliki Arab, dan selain Arab akan mengikuti agama kalian.
Abu Jahal berkata: Ya, demi ayahmu, bahkan sepuluh kata
Rasulullah saw berkata: Kalian semua ucapkan “La ilaaha illallah” dan kalian tinggalkan sembahan apapun selainnya, akhirnya tidak ada kesepakatan yang terjadi dan pemuka Quraisy pun melangkah pulang.....
Rasulullah SAW sangat mencintai pamannya, beliau adalah org yang selalu ada ketika Rasulullah hendak dicelakai oleh Kaum Quraisy, akan tetapi perbedaan aqidah telah menempatkan jurang yang dalam antara mereka satu sama lain. Rasulullah pernah berkata pada pamannya Wahai paman, maka ucapkanlah wahai paman, sehingga aku dapat membantumu di hari kiamat. Dan ketika Abu Thalib menyaksikan kegigihan Rasulullah dalam mengajaknya ia berkata: Wahai anak saudaraku, Demi Allah, jika tidak takut caci makian atas dirimu, dan anak cucu ayahmu setelahku, dan orang quraisy menganggapku mengucapkannya karena takut mati, maka aku akan ucapkannya. Kemudian ia tinggalkan dunia dalam keadaan itu. Yah begitulah hidayah dan ketentuan Allah berlaku pada orang yang dikehendaki.......(sedihnya:()
Pada Akhirnya Abu Thalib pun meninggalkan Rasulullah Muhammad dengan kesedihan mendalam.....

untuk sementara segitu dulu yah bahasannya Insya Allah kita sambung kembali nanti....Wassalam....



0 comments:

Post a Comment