Monday, June 11, 2012

4 Jam di Semarang


Setelah menempuh perjalanan udara selama kurang lebih 2,5 jam plus transit di bandara Juanda Surabaya  selama kurang lebih 20 menit akhirnya sampai juga di Kota Semarang…Alhamdulillah

 


Tempat pertama kali yang dikunjungi adalah PT. Yodya Karya (Persero) Cabang Semarang, jaraknya kurang lebih 15 menit viaTaxi dari bandara, berhubung ke Semarang ini karena tugas kantor, jadilah langsung menuju kesini.

Add caption







Setelah menyelesaikan kewajiban di kantor, saatnya mengisi kampoeng tengah yang sedari tadi sudah teriak-teriak minta diisi, berbekal motor pinjaman dari satpam kantor plus tour Guide (istri si Bapak Satpam), kayaknya gak seru kalau tidak mencoba makanan khas kota Semarang, inilah dia….
Ternyata di Semarang juga ada gudegnya meskipun tidak tau perbedaannya dengan gudeg Jogja yang pasti satu ciri khas masakan  Jawa yang tidak hilang, rasa manis yang ada disetiap masakannya….#radaanehdilidah#

Transportasi
Moda Transportasi di Kota Semarang cukup beragam, berada di kawasan utara kota Semarang tepatnya di kawasan simpang lima, dapat terlihat beberapa moda transportasi yang beroperasi.
System transportasi di kota ini bisa dikatakan cukup Integral karena dalam kawasan ini terdapat berbagai macam moda yang di pakai oleh pengguna transportasi, seperti Mobil, motor pribadi, becak, bus umum, mikrolet, atau angkot, sepeda, bahkan andong pun masih beroperasi.


Sayang moda transportasi tradisional seperti  andong hanya beroperasi hari minggu pagi di kawasan gudang, sebuah space yang digunakan orang semarang untuk sekedar berjalan-jalan di hari minggu pagi. Sayangnya hal tersebut  tidak sempat terekan kamera #kesiangan#






Pemisahan lajur kendaraan khususnya dengan lajur empat dibuat terpisah dengan menggunakan marka jalan , hal ini cukup efektif meskipun disiplin pengguna jalan belum maksimal
Moda transportasi bus sudah terintegrasi dengan stasiun (mirip shelter busway dalam ukuran kecil) yang terdapat di beberapa titik jalan sesuai dengan rute yang telah ada. Dari pengamatan yang ada pengguna moda transportasi ini cukup banyak, khususnya mereka yang beraktifitas di luar kota Semarang.
 
Pemisahan lajur pun telah dilakukan dengan menggunakan marka jalan, sayangnya lalur bus tersebut masih disatukan dengan lajur sepeda motor, sehingga resiko kecelakaan bisa saja terjadi.
Salah satu hal yang menarik adalah adanya jalur sepeda yang dibuat, seperti yang terlihat pada jalan Pandanaran, kawasan padat lalu lintas. Namun demikian penggunaan lalur ini belum efektif, karena adanya hambatan samping berupa parkir motor yang menutupi jalur tersebut.

Foto-foto dan Jalan-jalan
Kota Semarang memiliki relief perbukitan, sehingga di beberapa tempat khususnya kawasan Jl. Sriwijaya, dan Jalan menuju Kawasan Gombel, mempunyai alignment Vertikal yang bervariasi.






Namun di beberapa tempat seperti kawasan Simpang Lima Kota merupakan dataran luas, yang landai.





Waktunya Foto-foto sebelum Pulang,sambil membeli ole-ole khas semarang buat teman kantor, Bakpia Pathok dan Lumpia Semarang jadi pilhan, selain itu masih banyak ole-ole khas Semarang yang sayang kalau dilewatkan seperti Bandeng Boneless alias Bandeng Fresto atau Wingko Babat (pengucapannya with D alias Babad, hehehehe)…mmmmm yummyJ



Ini dia Mba Ana Tour Guide dadakan yang dengan senang hati membantu mengantar kemana-mana tanpa rasa capek,

Berada 4 jam di Kota Semarang rasanya belum puas…..but it’s okay

2 comments:

Arya Poetra said...

Wuih, mba DiJe kerja di Yodya Karya ya?
mba DiJe dari Makassar kan? Atau dari Surabaya? :)

Nur Hadijah Yunianti said...

@arya:Ye....makassar jie....skrg satu tim sama Arif, temannya arya kan?:D

Post a Comment