Friday, October 5, 2012

Being Mother....

BeiNg Mother....:D
Wanita dan Ibu seperti dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan, Ibu.....ianya adalah cita-cita fitrah yang ada dan tertanam jauh dilubuk hati seorang wanita sadar ataupun tidak. 

IBU adalah sebuah peran yang berada antara takdir dan impian yang merupakan pekerjaan besar yang panjang dan melelahkan, karena ianya adalah pekerjaan pewarisan nilai yang menembus batas dimensi waktu.
Seorang wanita yang baik akan mempersiapkan dirinya menjadi IBU jauh-jauh hari sebelumnya, bahkan lebih jauh sebelum tahu siapa calon ayah dari anak-anaknya kelak......... Seperti halnya Ustadzah Yoyoh yusroh seorang wanita dari 9 anak hafizh/ah Alqur’an yang mempersiapkan rahim dan dirinya untuk menjadi seorang Ibu, dengan makanan bergizi dan amalan-amalan sholeh jauh hari sebelum beliau tahu tanggal pernikahan dan siapa yang akan menjadi pasangannya.

Seorang wanita tidak akan gentar dengan halangan dan tantangan apapun untuk menjadi IBU, bahkan Allah SWT berfirman dalam surah Luqman:14,....Ibumu telah mengandung mu selama 9 bulan dengan LEMAH yang bertambah-tambah...
namun berapapun besarnya lemah yang akan bertambah tetap saja wanita menginginkannya...ingin menjadi IBU.....

Pun ketika detik-detik kelahiran buah hati, seorang IBU akan mempertaruhkan separuh nyawanya, tidak peduli resiko apa yang akan dia hadapi bahkan dalam sebuah laporan mengenai angka kematian ibu dan anak terungkap bahwa:
“AKI (angka kematian ibu dan anak)  di Indonesia tergolong tinggi di dunia, yaitu 250 kematian per 100.000 kelahiran hidup, menurut data Kementerian Kesehatan. Perkiraan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencapai 330 per 100.000,” hal ini dikarenakan seorang IBU yang menjalani proses persalinan normal (pervaginam)  akan beresiko mengalami bleeding (perdarahan)”
Seorang ibu yang akan melahirkan diibaratkan melangkahkan satu kakinya di alam kubur....dan tidak peduli apapun yang akan terjadi, Ibu akan berjuang untuk nyawa anaknya.
Dan perjuangan itupun belum berakhir, sejuta pengorbanan masih manunggu, mendidik, membesarkan, hingga menikahkan dengan laki-laki/perempuan yang baik, adalah kerja cinta yang membutuhkan milyaran energi dan keimanan yang kokoh... bahkan di zaman modern sekarang ini tidak jarang seorang Ibu dengan usia renta masih harus turun tangan mengurusi cucu-cucunya karena kesibukan anaknya....Subhanallah.....

Karenanya tidak seorangpun anak manusia yang sanggup membayar lunas bahkan sebagianpun dari pengorbanan seorang IBU, dalam sebuah kisah seorang lelaki di jaman Khalifah Umar Bin Khattab RA.  seperti yang dikisahkan Ustd. Anis Matta dalam bukunya  serial Cinta : 

“Lelaki itu sudah mengabdi pada ibunya sampai tuntas. Ia menggendong ibunya yang lumpuh. Memandikan dan mensucikannya dari semua hadatsnya. Ikhlas penuh ia melakukannya. Itu balas budi dari seorang anak yang menyadari bahwa perintah berbuat baik kepada orang tua diturunkan Allah persis setelah perintah tauhid.

Tapi entah karena dorongan apa ia kemudian bertanya pada Umar bin Khatab: “Apakah pengabdianku sudah cukup untuk membalas budi ibuku?” lalu Umar pun menjawab: “tidak! Tidak cukup! Karena kamu melakukannya sembari menunggu kematiannya, sementara ibu merawatmu sembari mengharap kehidupanmu”.

Tidak! Tidak! Tidak!
Tidak ada budi yang dapat membalas cinta seorang ibu. Apalagi mengimbanginya. Sebab cinta ibu mengalir dari darah dan ruh. Anak adalah buah cinta dua hati. Tapi ia tidak dititip dalam dua rahim. Ia dititip dalam rahim sang ibu selama sembilan bulan: disana sang hidup bergeliat dalam sunyi sembari menyedot saripati sang ibu. Ia lalu keluar diantara darah: inilah ruh baru yang dititip dari ruh yang lain.”



Maka tidak salahlah  Manusia Agung Rasulullah SAW, memerintahkan untuk berbuat baik kepada IBU baru kemudian ayah, dengan perbandingan 3 : 1.  Tanpa menafikan peran seorang ayah, Ibu adalah Madrasah agung yang patut diagungkan oleh anak-anaknya. Ia adalah keramat yang jadi tameng terakhir ketika semua usaha dan doa belum juga diijabah oleh Allah SWT.....

For the Last...
Nabiullah Muhammad SAW bersabda:..Ummuka...Ummuka..Ummuka....
Haddad Alwi bilang                         : Ummi.....
Iwan Fals bilang : Ribuan kilo jalan yang kau tempuh, lewati rintang demi aku anakmu.....
Melly Goeslaw bilang : Bunda ada dan tiada dirimu, kan selalu ada di dalam hatiku......
Erie Susan nyanyi: Bunda engkaulah muara kasih dan  sayang, apapun kan kau lakukan demi diriku yang kau sayang.
Maher Zain say : Mama...You know you are the number one for me

Hari ini ketika sedih datang, ketika berbagai teori “positif” tidak berlaku, ketika keimanan yang tirus harus diungkapkan dengan air mata, selalu ada dekapan hangat untukku, bahkan tanpa kata Kau seolah berkata: “Tenang ada tetta disini, Insya Allah akan lewatji nak”.... #sembahsujudanandakrg#

Masih.........
masih ingin,
masih rindu dan
masih terobsesi
menjadi IBU....:D


 













0 comments:

Post a Comment